Desa di IKN ubah bekas tambang jadi wisata unggulan

Salah satu desa di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yakni Desa Wono Sari, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), berhasil mengubah bekas tambang batu bara menjadi destinasi wisata unggulan berupa Wisata Alam Goa Tapak Raja.

“Sejak IKN pindah ke PPU, pertumbuhan ekonomi dan lainnya bergerak cepat, salah satunya sektor pariwisata seperti di Goa Tapak Raja ini,” kata Ketua PKK Kabupaten PPU Linda Romauli Siregar, saat menerima kunjungan Tim Penilai Lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Kaltim, di Wono Sari, Kamis (8/8).

Kawasan Wisata Alam Goa Tapak Raja ini dulunya merupakan tambang batu bara yang ditinggalkan sejak tahun 2012, kemudian terbengkalai dan sebagian lahan milik masyarakat ada yang ditanami jenis pohon keras untuk penghijauan.

Kemudian tahun 2020, pemerintah desa setempat bersama masyarakat dan pihak terkait mulai menggerakkan semua sumber daya untuk menjadikan goa sebagai destinasi wisata karena IKN sudah ditetapkan pindah ke Sepaku.

Sejak saat itu, gotong royong terus dilakukan bersama lembaga kemasyarakatan desa, warga setempat, hingga pihak ketiga sampai kemudian lokasi tersebut sekarang menjadi destinasi unggulan yang kerap dikunjungi tamu dari berbagai daerah, bahkan turis asing pun sudah beberapa kali datang.

Linda bersyukur karena Wono Sari masuk tiga besar dalam lomba BBGRM yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim, hal ini menggambarkan bahwa Wono Sari mampu bersaing dengan 841 desa yang tersebar di 841 desa di Kaltim.

Masuknya nominasi tiga besar ini juga sebagai bukti bahwa tingkat gotong royong oleh masyarakat Wono Sari cukup tinggi, karena dalam lomba ini hal yang menjadi penilaian utama tingkat partisipasi masyarakat dalam melakukan gotong royong, baik gotong royong bidang ekonomi, sosial, kesehatan, lingkungan, keagamaan, wisata, dan lainnya.

“Mengingat begitu besarnya tingkat gotong royong dan semangat aparatur desa bersama para kader masyarakat dalam melakukan presentasi tadi, maka saya yakin Wono Sari bisa juara satu dalam lomba ini,” katanya.

Meski demikian ia mengingatkan, dapat juara satu, dua, atau tiga, itu adalah bonus dari berbagai bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah desa kepada masyarakat, karena yang paling penting adalah konsistensi menggerakkan masyarakat dan merangkul berbagai pihak dalam memajukan desa.

Rombongan Tim Penilaian Lomba BBGRM ini dipimpin oleh Roslindawaty, selaku Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat DPMPD Provinsi Kaltim.

Sedangkan tim penilai berasal dari berbagai unsur, antara lain DPMPD Provinsi Kaltim, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kaltim, dan Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat (Forkom KPM) Kaltim.

Akademisi UI pelajari model pendidikan di Rusia

Peneliti Vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati berkesempatan mempelajari model pendidikan vokasi di perguruan tinggi dan standar praktik pendidikan dasar di Kota Kazan, Naberezhnye Chelny, Almetyevsk, dan Alekseevsk, Rusia.

“Dialog dengan CEO Innopolis University memberikan perspektif baru bahwa kampus mereka didesain untuk dikelola layaknya IT Company -run a university as an IT company-. Pimpinan universitas ialah seorang CEO, di mana posisi Rektor berada di bawah CEO, yang fokus mengelola riset dan akademik,” kata Devie Rahmawati, peneliti dan pengajar Vokasi UI dalam keterangannya di Depok, Senin.

Devie menjelaskan, universitas memperoleh pendapatan salah satunya melalui paten riset. Di Innopolis menurut mereka, tidak mungkin Industri akan melirik kampus, kalau kampus tidak serius menawarkan program atau karya yang relevan dengan industri.

“Inilah mengapa mereka memiliki sales dan account manager untuk setiap perusahaan yang menjadi mitra kampus. Terbukti, Innopolis sedikitnya sudah memiliki 500 paten dari dosen dan mahasiswa,” kata Devie Rahmawati.

Devie menyebutkan, di Rusia pendidikan menjadi salah satu rahasia keunggulan SDM, yang dimulai dari standar tinggi di Sekolah Dasar Negeri dari Pemerintah, yang berlangsung selama 4 tahun dan gratis.

“Fasilitas berupa kolam renang, lapangan bola, concert hall, makan pagi dan siang gratis, hingga perlengkapan belajar berbasis teknologi tinggi adalah sarana prasarana wajib di pendidikan dasar,” kata Devie Rahmawati yang juga pegiat literasi digital itu.

“Kurikulum yang padat, namun, dikemas dengan menyenangkan, sehingga mudah diserap oleh anak-anak, dan mereka tidak merasa bosan ataupun lelah di sekolah,” kata Devie.

Dia mengatakan tidak hanya itu, pemda di Rusia juga menyediakan fasilitas sosial yang memberikan berbagai pelatihan-pelatihan gratis untuk pengembangan bakat dan ketrampilan anak, seperti studio musik, game station, memahat, melukis, menjahit, dan berbagai sarana lain yang buka Senin hingga Minggu, serta dapat diakses gratis.

“Bahkan di Kazan, ada satu Concert Hall publik yang didedikasikan khusus hanya untuk anak-anak,” kata Devie Rahmawati.

UI beri edukasi literasi keuangan bagi Generasi Z

Program studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi (PPV), Universitas Indonesia (UI) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) dengan memberikan edukasi kepada generasi Z di SMAN 26 Jakarta.

“Vokasi UI menerapkan kurikulum berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Sehingga, implementasi dari pembelajaran di kelas dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” kata Direktur PPV UI Padang Wicaksono di Depok, Kamis.

Padang berharap agar literasi keuangan ini dapat berlanjut ke daerah lainnya agar masyarakat menerima manfaat positif dari kegiatan yang dilaksanakan Vokasi UI secara inklusif.

Edukasi literasi keuangan ingin bertajuk “Gerakan Gen Z Menabung: Sosialisasi Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Bank” di SMAN 26 Jakarta.

Isu mengenai keamanan data pribadi pada rekening bank menjadi salah satu masalah utama bagi masyarakat di dunia perbankan. Hal tersebut disebabkan karena data nasabah perbankan berisi informasi pribadi dan sensitif yang dapat disalahgunakan oleh orang lain untuk tindak kejahatan.

Tak terkecuali, nasabah perbankan yang saat ini didominasi generasi z sebagai potential costumer, perlu meningkatkan pengetahuan terkait perlindungan data nasabah.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi keuangan generasi z termasuk rendah, yaitu 44,04 persen atau lebih rendah 3,94 persen dari generasi milenial.

Pengmas tersebut merupakan rancangan final project mata kuliah Praktik Layanan Nasabah bagi mahasiswa agar diterapkan secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan yang dibalut dalam bentuk sosialisasi tersebut merupakan inisiasi inovatif yang dirancang untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan generasi muda.

Dipandu oleh mahasiswa prodi Administrasi Keuangan dan Perbankan, sosialisasi tersebut memberikan wawasan praktis cara mengelola uang dengan bijaksana, hak dan kewajiban sebagai nasabah, serta praktik terbaik dalam perbankan.

Sebagian besar generasi Z yang baru akan membuka tabungan di bank berada di usia jenjang SMA sederajat.

Peneliti UI paparkan pentingnya pelatihan bagi guru vokasi di industri

 Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Jahen Fachrul Rezki memaparkan pentingnya pelatihan bagi guru vokasi di industri.

“Guru-guru yang ada di vokasi bisa diberi pelatihan di industri. Jadi selain ahlinya datang ke sekolah, gurunya juga dilatih, sehingga guru bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi,” kata Jahen dalam diskusi bersama Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan proses pelatihan sekarang semakin dinamis, tidak hanya di kelas tetapi juga bisa secara daring di tempat kerja, dan hal tersebut menjadi alternatif yang bisa dikembangkan, khususnya untuk peningkatan kapasitas siswa/siswi SMK agar lebih mampu bersaing di dunia industri.

Selain itu, menurutnya, penting bagi lembaga pendidikan atau pelatihan untuk berinvestasi di bidang peningkatan soft skill.

“Saat ini soft skill menjadi sangat krusial, selain adanya pelatihan keterampilan teknis, kemampuan soft skill juga sangat penting. Investasi untuk pelatihan ini menjadi sangat krusial,” ujarnya. 

Kemudian, lanjut dia, juga investasi dalam fasilitas pembelajaran, mengingat dinamika teknologi yang semakin pesat, sehingga membutuhkan pelatihan yang semakin maju.

“Seringkali permasalahannya itu, duitnya dari mana? Jadi memang dibutuhkan investasi atau kerja sama pemerintah dengan sektor privat atau swasta untuk memastikan perusahaan-perusahaan bisa mendapatkan teknologi yang baru,” ucapnya.

Menurutnya, serikat pekerja atau buruh juga bisa menngaungkan advokasi kebijakan yang mengembangkan kualitas keterampilan pekerja untuk memastikan standar etika berjalan di tiap industri.

“Saat ini isunya tidak hanya soft skill, tetapi juga literasi digital, keberlanjutan, dan kolaborasi. Kata kuncinya adalah kolaborasi, kita tidak bisa bekerja sendiri, dan ketika perusahaan semakin tumbuh, semua akan senang,” paparnya.

Sementara itu Direktur Organisasi Buruh Internasional (ILO) Simrin Singh menyampaikan studi hasil kerja sama ILO dan UI dengan pendanaan dari Jepang yang membahas pentingnya mengembangkan angkatan kerja terampil melalui kolaborasi pelatihan-pelatihan yang menekankan pada investasi modal manusia.

“Untuk menjembatani kesenjangan keterampilan perlu ada kemitraan swasta-publik antara dunia usaha dengan lembaga pelatihan,” katanya.

“Program-program seperti model pabrik pembelajaran serta link and match yang menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri terbukti menjadi praktik-praktik terbaik yang memastikan para lulusan dapat melakukan transisi ke pasar kerja dengan baik,” imbuhnya.

Studi tersebut juga memaparkan pentingnya memprioritaskan upaya mempertahankan pekerja dan berinvestasi dalam kemampuan mereka melalui pelatihan keterampilan (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling).

“Lembaga-lembaga pelatihan juga harus memperluas kesempatan pembelajaran secara langsung di tempat kerja kepada lebih banyak orang dan memperkuat kemitraan industri untuk mempersiapkan secara efektif para lulusan menjadi angkatan kerja,” tuturnya.

UI berikan peningkatan keilmuan institusi bisnis industri kreatif

Direktur Program Pendidikan Vokasi (PPV) Universitas Indonesia (UI) Padang Wicaksono, S.E., Ph.D, mengatakan UI siap berikan peningkatan keilmuan institusi bisnis industri kreatif dengan tata kelola yang memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat.

“Institusi bisnis industri kreatif perlu difasilitasi dengan peningkatan keilmuan, keahlian, dan jejaring sehingga menghasilkan pelaku bisnis yang andal dan adaptif dengan perubahan dan mampu mentransformasikan perubahan bagi perekonomian Indonesia,” kata Padang Wicaksono di Depok, Senin.

Ia mengatakan perkembangan dinamika global di sektor industri kreatif menjadi tantangan bagi SDM di Indonesia untuk berperan aktif di dalamnya. Industri kreatif merupakan subsistem dari ekonomi kreatif yang mencakup berbagai sektor penggunaan keahlian dan kreativitas untuk menghasilkan sebuah produk dan jasa.

Baca juga: UI: Ekonomi nasional perlu bergeser berbasis pengetahuan

Untuk itu katanya Program Pendidikan Vokasi (PPV) Universitas Indonesia (UI), membuka program studi (prodi) baru untuk jenjang pascasarjana, yaitu Magister Terapan Industri Kreatif. Pendaftaran masih dibuka hingga 13 Juni 2024.

“Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan dan mengelola bisnis industri kreatif berbasis teknologi secara profesional, mandiri, beretika, dan berdaya saing global,” katanya.

Lingkup kajian prodi ini sangat vokasional dan relevan dengan perkembangan dunia global, khususnya kebutuhan industri kreatif, masyarakat, serta pemerintah.

Program Studi Magister Terapan Industri Kreatif menjadi prodi magister terapan pertama di UI dan prodi ke-16 di PPV UI.

Pendaftaran program studi tersebut sudah dapat dilakukan untuk Periode Tahun Akademik 2024/2025 melalui jalur SIMAK UI gelombang 2 pada 16 Mei – 13 Juni 2024 dengan membuat akun pendaftaran di https://penerimaan.ui.ac.id/.

Prodi ini membuka kesempatan kepada lulusan sarjana terapan (D4) mapun sarjana (S1) yang ingin melanjutkan studinya di jenjang yang lebih tinggi.

Adapun mata kuliah yang dipelajari antara lain Kreativitas dan Inovasi, Kebudayaan dan Industri Kreatif, Regulasi Industri Kreatif dan Kekayaan Intelektual, Manajemen Strategik Industri Kreatif, Kewirausahaan Teknologi, dan lainnya.

“Bertambah usianya Vokasi UI yang ke-16 menandakan bahwa kami semakin matang untuk berpartisipasi dalam penciptaan lulusan vokasional yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

“Dibukanya prodi magister terapan tersebut juga akan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam ilmu vokasional untuk diterapkan di masyarakat dan meningkatkan perekonomian bangsa, khususnya pada sektor industri kreatif,” kata Padang.

Vokasi UI: Industri kreatif membutuhkan SDM yang mumpuni

Direktur Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) Padang Wicaksono SE PhD mengatakan bahwa industri kreatif yang sekarang semakin merebak di Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang tersebut. 

“Vokasi UI hadir sebagai pendidikan vokasional yang menjawab tantangan industri, salah satunya industri kreatif, dengan menghasilkan lulusan yang berkualitas,” kata Padang, di Depok, Jawa Barat, Rabu.

Menurut dia, pembelajaran dengan menghadirkan praktisi dari industri kreatif akan memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa untuk terus berkreasi. 

Selain itu, kerja sama dengan industri terus dibangun dalam bentuk magang, kunjungan industri, hingga jaringan profesional.

Menyadari hal ini, Program Studi (Prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi, UI melalui konsentrasi Konversi Media, menginisiasi kegiatan IP WEEK, yakni gelar wicara yang bertemakan “The Engine of Innovation”, di Auditorium Vokasi, Kampus UI Depok.

Berkolaborasi dengan Infia, yaitu perusahaan di bidang industri kreatif yang menaungi hai.dudu dan Komikin, IP WEEK tersebut menghadirkan sejumlah pakar yang ahli di bidang IP, yakni Dennis Adishwara, Head of Content Block X; Rizki Ehsy Pangarso, Creator & Head of HAI DUDU; serta Aruga Perbawa, Founder Komikin.

IP merupakan hasil kreasi manusia, termasuk penemuan, karya sastra, seni, desain, serta simbol, dan trademark. 

IP juga memberikan hak eksklusif kepada penciptanya untuk memanfaatkan karya mereka.

Ia mengatakan, tujuan IP adalah mendorong inovasi dan kreativitas dengan memberikan insentif kepada penciptanya berupa perlindungan hukum terhadap penggunaan yang tidak sah.

Selain nilai ekonomi, kreativitas yang telah dibangun perlu dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau yang sering disebut Intellectual Property (IP). 

“Saat ini, berbagai konten kreatif karya anak bangsa Indonesia banyak bermunculan di platform media sosial, sebagian di antaranya memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” katanya lagi.

UI dan UITM Malaysia tingkatkan kompetensi ilmu pariwisata mahasiswa

Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis Pariwisata, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI), menjalin kerja sama dengan Universitas Teknologi MARA (UITM) Shah Alam, Malaysia, untuk meningkatkan kompetensi tentang ilmu pariwisata para mahasiswa.

“Kami berharap program kolaborasi internasional ini dapat terus berkembang, baik melalui kegiatan ‘student mobility’ maupun kegiatan Tridharma lainnya,” ujar Direktur Program Pendidikan Vokasi UI Padang Wicaksono, S.E., Ph.D., di Depok, Jawa Barat, Selasa.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kolaborasi dengan UITM Shah Alam merupakan kolaborasi internasional yang menarik dan kreatif.

Padang berharap mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan mereka pada bidang pariwisata, mendapatkan pengalaman baru, serta mengimplementasikan materi yang sudah diterima selama perkuliahan.

Kedua kampus ini mengikuti kegiatan summer course dan Java Bali Overland Tour (JBO) 2024 yang diselenggarakan Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2022 dan 15 mahasiswa UITM.

Tahun ini, JBO 2024 mengunjungi sejumlah objek wisata favorit di Semarang, Yogyakarta, Malang, Surabaya dan Bali.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, JBO 2024 kali ini juga diikuti dengan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) dan international mobility.

Anisatul Auliya yang juga sebagai Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata mengatakan kegiatan JBO merupakan kolaborasi tujuh mata kuliah sebagai implementasi pembelajaran di kelas, yaitu Pemanduan Wisata, Praktik Operasi Perjalanan Wisata, Pengelolaan Event, Manajemen Promosi dan Pemasaran, Digitalisasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Manajemen Resiko, dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

“Selama kegiatan, mahasiswa belajar berperan sebagai pemandu wisata, tour leader, travel writer, serta narasumber pada saat kegiatan pengmas dan mengemas acara gala dinner sebagai penutup pada rangkaian kegiatan JBO 2024,” kata Auliya.

Salah seorang mahasiswa UITM Shah Alam, Muhammad Haziq Bin Muhammad Razelan mengatakan bahwa dirinya mendapatkan pengalaman baru mengikuti kegiatan JBO 2024.

Menurutnya, Program Summer Course yang diikutinya memberikan wawasan terkait kekayaan nuansa pariwisata di Indonesia.

“Kegiatan belajar di Vokasi UI ternyata mengesankan. Implementasi pembelajaran melalui praktik secara langsung melatih diri kami untuk terus berani berekspresi dan siap terjun ke industri nantinya,” ujar Haziq.

Sebagai wujud pemberdayaan masyarakat, mahasiswa dan dosen melakukan kegiatan pengmas berupa sosialisasi dan penyuluhan di Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta; Fave Hotel, Malang; dan Desa Penglipuran, Bali.

Topik pengmas yang disampaikan berupa keberlanjutan pariwisata, pemasaran, dan kepariwisataan, yaitu “Sosialisasi Masa Daur Ulang Sampah”; “Pembuatan Eco-Enzyme”; “Peduli Lingkungan: Demo Pembersihan Sampah dan Pengadaan Tempat Sampah”; dan “Pelatihan Packaging Minuman Cem-cem di Desa Penglipuran, Bali”.

Sementara itu, bidang pemasaran mencakup optimasi Search Engine Optimization (SEO) di Desa Wisata Pentingsari; pembuatan konten media sosial dan website dan bidang kepariwisataan berupa sosialisasi K3 di industri akomodasi perhotelan di Fave Hotel Malang, serta sosialisasi K3 risiko bencana, sosialisasi sapta pesona di Desa Wisata Penglipuran, Bali.

SIMAK UI buka pendaftaran untuk 1.879 kursi di Jalur Mandiri

 Universitas Indonesia (UI) menyediakan 1.879 kursi untuk mahasiswa baru Program Sarjana dan Program Pendidikan Vokasi Tahun Akademik 2024/2025 melalui Seleksi Masuk (SIMAK) UI Jalur Mandiri.

“Jalur seleksi ini telah dibuka mulai Jumat (21/6) sampai 10 Juli 2024. Bagi peserta pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah dibuka mulai 24 Juni sampai 28 Juni 2024,” kata Kepala Biro Humas UI Amelita Lusia M.Si., CPR. di Kampus UI Depok, Rabu.

Amelita menambahkan informasi bahwa pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui tautan https://penerimaan.ui.ac.id.

Untuk biaya pendaftaran bagi peserta SIMAK UI Program Sarjana dan Program Pendidikan Vokasi adalah akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp500.000 untuk dua pilihan pertama, antara program pendidikan S1 Reguler dan Vokasi (D3 dan D4).

Setiap penambahan pilihan program studi (prodi), calon peserta akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp100.000 untuk per satu prodi tambahan dengan jumlah maksimal enam pilihan.

Sedangkan untuk SIMAK UI Program S1 Kelas Internasional akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp1.600.000 dengan satu pilihan prodi saja. Selain itu, untuk peserta SIMAK UI 2024 yang memilih program sarjana, wajib telah mengikuti UTBK 2024.

Materi yang akan diujikan pada jenjang Program Sarjana dan Vokasi meliputi Kemampuan Dasar dan Pengukuran Kemampuan Akademik.

Ujian Kemampuan Dasar meliputi Matematika Dasar (20 menit), Bahasa Indonesia (20 menit), dan Bahasa Inggris (20 menit).

Pada ujian Kemampuan Akademik para peserta akan melaksanakan ujian Kemampuan Verbal dengan durasi 15 menit, Kemampuan Kuantitatif dengan durasi 50 menit, dan Kemampuan Logika dengan durasi 40 menit.

Materi yang akan diujikan pada jenjang Program S1 Kelas Internasional terdiri atas Basic Mathematics (55 menit); English (30 menit); Quantitative/Numeric Reasoning (30 menit); dan Logical Reasoning (35 menit).

Sebagai prasyarat untuk dapat mengikuti ujian SIMAK UI, para peserta diharuskan untuk terlebih dahulu membuat akun pendaftaran pada laman https://penerimaan.ui.ac.id.

Setelah memiliki akun, peserta diminta untuk mengunggah foto berwarna terbaru dengan ukuran minimal 400×600 pixel. Apabila foto selesai diunggah, selanjutnya pendaftar dapat mengisi formulir dan akan mendapatkan nomor pendaftaran.

Khusus untuk pendaftar Kelas Internasional, pendaftar diwajibkan untuk mengunggah sertifikat TOEFL/IELTS dalam bentuk PDF ke akun pendaftaran.

Sertifikat tersebut harus TOEFL Institusional yang disertifikasi ETS (ITP atau iBT atau CBT) atau IELTS atau EPT dari Lembaga Bahasa Indonesia (LBI) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI.

Selain itu, terdapat nilai minimum TOEFL/IELTS untuk Pendidikan Dokter dan Pendidikan Dokter Gigi, yaitu TOEFL ITP 550 atau TOEFL iBT 70 atau IELTS 6; Ilmu Hukum TOEFL ITP 530 atau TOEFL iBT 73 atau IELTS 5.5; dan program studi lain, yaitu TOEFL ITP 500 atau TOEFL iBT 61 atau IELTS 5.5.

Pelaksanaan ujian akan diselenggarakan secara daring pada waktu yang sama di seluruh Indonesia.

Bagi wilayah WITA dan WIT, waktu disesuaikan dengan waktu setempat (+1 jam untuk WITA, +2 jam untuk WIT). Perangkat ujian yang diperlukan, para peserta harus menyiapkan laptop dengan kamera atau komputer desktop dengan webcam.

Jika tidak memiliki keduanya, peserta dapat menggunakan tablet atau handphone dengan resolusi minimal 1280×720.

Selain itu, dalam perangkat yang digunakan juga harus memiliki aplikasi Browser Mozilla Firefox atau Browser Google Chrome versi stable terbaru.

Pada saat ujian berlangsung, tidak ada penambahan waktu bagi peserta yang terlambat maupun yang mengalami kendala teknis dan gangguan koneksi internet.

Hal lainnya yang perlu diingatkan juga kepada para peserta adalah, UI tidak bekerja sama dengan pihak bimbingan belajar, bimbingan tes, maupun lembaga sejenis manapun untuk mengadakan kegiatan try-out atau bahkan menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI.

Mahasiswa UI juara pertama pekan seni mahasiswa daerah

Kontingen Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Liga Tari Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Krida Budaya berhasil meraih Juara 1 pada cabang lomba tari Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) XVII DKI Jakarta.

Salah seorang anggota Liga Tari Mahasiswa UI Anisya Nur’aini di Kampus UI Depok Kamis mengatakan, pihaknya berupaya untuk menyampaikan kisah kasih lintas suku yang marak terjadi semenjak globalisasi terjadi.

Anisya yang merupakan mahasiswa program studi (prodi) Hubungan Masyarakat Program Pendidikan Vokasi UI itu mengatakan selaras dengan tema kompetisi ‘Merajut Kearifan Lokal di Era Global’, membawakan Tarian Kisah Cinta Pemuda Lampung dan Gadis Betawi,

“Latar belakang Betawi diambil karena kami mewakili kontingen DKI Jakarta. Sedangkan identitas suku Lampung diambil dari latar belakang Rasyid, koreografer kami yang lahir dan besar di Kota Tapis Berseri tersebut,” katanya.

Tim Liga Tari Mahasiswa UI terdiri atas 19 mahasiswa, di antaranya enam mahasiswa penari, tujuh mahasiswa pemusik, satu mahasiswa koreografer, satu project officer, satu pembimbing koreografer, serta tiga pemusik profesional.

Kompetisi diikuti oleh 14 perguruan tinggi di wilayah Jakarta. Liga Tari UI yang berhasil meraih juara pertama akan mewakili DKI Jakarta sebagai kontingen untuk Pekan Seni Mahasiswa Nasional pada awal September mendatang.

Pada kompetisi tersebut, Liga Tari UI membawakan Tarian Nyambang yang merupakan tari kreasi yang dibuat khusus untuk kompetisi ini oleh Muhammad Rasyid Taufiqul Hafidz, koreografer sekaligus mahasiswa Fakultas Psikologi UI.

Tarian Nyambang ini menceritakan percintaan antara seorang perantau dari daerah Lampung yang ingin menjalin cinta dengan seorang gadis Betawi. Tetapi, cinta si pemuda tidak langsung direstui bapak si gadis. Pemuda tersebut harus membuktikan kelayakannya meminang dambaan hatinya.

Proses kompetisi dilakukan melalui audisi sejak Februari. Kemudian, Liga Tari UI melaksanakan latihan rutin sejak Maret hingga Juni atau sekitar empat bulan. Nisya mengungkapkan bahwa latihan yang intensif menjadi tantangan baginya untuk membagi waktu antara kuliah dan latihan.

“Kami belajar untuk fleksibel membagi waktu latihan, organisasi, dan perkuliahan. Khususnya bagi saya yang merupakan mahasiswa Vokasi UI dengan berbagai kegiatan hingga ujian praktik. Puncaknya adalah saat saya harus membagi waktu antara latihan dengan UAS pembuatan event VokHumFest 2024. Saya berhasil melalui itu semua dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,” kata Nisya.

Selain Nisya, tiga mahasiswa Vokasi UI lainnya yang juga merupakan bagian dari Tim Liga Tari UI terdiri atas, Triana Olivia (mahasiswa prodi Terapi Okupasi); Daniel Valent Marcello Marhaen (mahasiswa prodi Administrasi Rumah Sakit); dan Marlinda Vidya Rosa (mahasiswa prodi Administrasi Perpajakan).

Atas prestasi ini, Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono SE Ph D, mengapresiasi atas keberhasilan yang telah diraih Nisya, Triana, Daniel, dan Marlinda, serta UKM Liga Tari UI.

“Saya sangat bangga dengan para mahasiswa yang terus berupaya melestarikan adat budaya Indonesia. Langkah strategis ini bukan hanya sebagai media pembelajaran bagi mereka, melainkan juga wadah untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke khalayak umum,” katanya.

Ia yakin, perjuangan mahasiswa UI menjadi duta budaya bagi bangsa Indonesia dapat terus melesat hingga ke kancah internasional dan semakin mengenalkan budaya melalui tarian kepada generasi muda saat ini.

Mahasiswa UI ciptakan gim “Lodaya Conquest” untuk lestarikan budaya

Empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Produksi Media, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim MADH Creative menciptakan gim (game) bernama “Lodaya Conquest” sebagai upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi.

Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Padang Wicaksono, di Kampus UI Depok, Kamis, mengatakan bahwa transformasi digital yang terjadi saat ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa menjadi wadah bagi mereka untuk berkarya secara positif.

Gim ini merupakan sebuah inovasi yang mentransformasi media konvensional, seperti buku cerita, animasi, dan seni tari menjadi interaksi pengalaman baru dalam balutan permainan digital yang menarik.

Permainan tersebut berpusat pada kajian cerita rakyat Reog Ponorogo, sebagai upaya berkelanjutan untuk mempromosikan, melestarikan, dan mengajarkan pemain tentang budaya Nusantara.

Melalui konsep visual 2D pixel dan ilustrasi, pemain diajak untuk menjelajahi Lodaya Universe dan berpetualang sebagai Klono Sewandono untuk mendalami cerita yang kaya dan menyelesaikan tantangan di setiap langkah perjalanannya.

Melalui Prodi Produksi Media, Vokasi UI terus berupaya menciptakan lulusan yang berdaya saing di bidang industri kreatif, seperti gim, komik, film, e-sports, musik, media fashion, human computer interaction, dan lainnya.

“Vokasi UI selalu mendukung mahasiswanya menjadi agent of change terdepan untuk menciptakan inovasi karya yang menarik dan berdampak positif kepada masyarakat luas. Produk gim yang dibuat mahasiswa Produksi Media diharapkan dapat terus berkembang dan dilirik oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Pengembangan kurikulum bersama industri terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat sesuai dengan pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa,” ujar Padang.

Berkat inovasi tersebut, Tim MADH Creative yang terdiri atas Fikri Hasan, Dani Bintang Aprilyanto, Bella Maedevia, dan Rifqi Raditya Dewangga ini, berhasil meraih Juara 3 pada kompetisi Olimpide Vokasi Indonesia (OLIVIA) IX 2024 untuk kategori Digital and Creative Technology (GiveTech).

OLIVIA merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) yang tahun ini penyelenggaraannya diadakan di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Kali ini, OLIVIA mengangkat tema “Inspiring the future through empowering innovative human resources and digital-based entrepreneurship’’, yang menjadi wadah kreativitas sekaligus kompetisi bagi seluruh mahasiswa vokasi di Indonesia.

Untuk itu, Tim MADH Creative membawakan gim buatan mereka berjudul “Lodaya Conquest: Transformasi Cerita Reog Ponorogo Melalui Media Gim 2D sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal”.

Fikri mengatakan bahwa proses kompetisi yang diikutinya bersama tim terdiri atas pembuatan proposal gim, screen record terkait gameplay, serta source code pemrograman di balik permainan.

Kemudian, seluruh file yang dikumpulkan memasuki tahap penilaian oleh juri. Setelah lolos tahap tersebut, MADH Creative berhasil menjadi satu dari tujuh tim finalis pada kategori Digital & Creative Technology. Dengan berbalut busana perpaduan antara reog ponorogo dan almamater UI, Fikri dan tim berhasil mempresentasikan gim Lodaya Conquest dengan hasil yang memuaskan.