
Gubernur Banten Andra Soni memimpin penyampaian komitmen percepatan eliminasi tuberkulosis (TB) yang disepakati delapan provinsi di Indonesia.
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat Forum Delapan Gubernur Percepatan Eliminasi Penyakit di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa.
Delapan provinsi tersebut, yakni Banten, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur.
“Alhamdulillah, Provinsi Banten mendapatkan apresiasi atas capaian kinerjanya dalam rangka penanganan tuberkulosis. Namun, masih banyak yang harus dilakukan karena Indonesia saat ini menduduki posisi kedua di dunia untuk kasus TB,” kata Andra Soni dalam keterangannya di Serang, Selasa.
Ia memastikan, tindak lanjut akan dilakukan melalui rapat koordinasi dengan kabupaten/kota di Banten. Hasilnya akan dioptimalkan menjadi rencana aksi daerah untuk percepatan eliminasi TB.
Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan bersama yang disaksikan Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti memaparkan enam strategi percepatan eliminasi TB. Pertama, membangun komitmen dengan seluruh bupati/wali kota dan memperkuat regulasi. Kedua, meningkatkan akses layanan kesehatan, termasuk inovasi jemput bola melalui mobil klinik.
“Jemput bola kita lakukan terutama bagi daerah-daerah sulit mengakses layanan kesehatan. Mobile clinic selalu ke pelosok untuk screening TB,” ujarnya.
Strategi berikutnya adalah optimalisasi promosi dan pencegahan, pengobatan pencegahan bagi kontak erat, serta pengendalian infeksi. Kemudian, penguatan peran komunitas dan sektor swasta, pemanfaatan riset dan teknologi untuk deteksi aktif, serta pengembangan manajemen program termasuk kebutuhan SDM, logistik, dan pencatatan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan angka kematian akibat TB mencapai 125 ribu per tahun, sementara kasus baru sekitar satu juta per tahun.
“Langkah awal adalah menemukan kasus TB dalam masyarakat karena penyakit ini menular kemana-mana,” katanya.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan TB harus menjadi prioritas daerah.
“Kasus TB di Indonesia rangking kedua di dunia setelah India. Dampaknya bukan hanya kesehatan, tapi juga sosial dan ekonomi, bahkan kehilangan pekerjaan. Penanganannya harus sungguh-sungguh sampai level desa,” ujarnya.